Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan sebuah kegiatan kompetisi bergengsi di kalangan para mahasiswa di bidang penalaran. Kegiatan PKM di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) peminatnya sangat tinggi.

“Namun, saya rasa hal ini masih dapat ditingkatkan lagi dengan sosialisasi sedini mungkin, karena jika saya bandingkan dengan salah satu universitas lain, sosialisasi di UPI terutama di kampus Cibiru masih kurang dalam menarik minat mahasiswa. Dimana universitas tersebut melakukan sosialisasi PKM dilakukan bersama dengan masa orientasi kampus sehingga proposal yang diajukan universitas tersebut cukup banyak dan memiliki peluang yang lebih tinggi untuk lolos pendanaan.” Menurut Kang Fadhli.

Banyak sekali ide topik yang di pakai dalam pembuatan proposal PKM ini, salah satunya adalah ide milik kelompok Kang Fadhli yang membawakan sebuah ide topik yang berkaitan dengan penelitian. Ide tersebut yaitu membuat sebuah aplikasi yang dapat menghubungkan seorang kuesioner dengan responden dalam sebuah penelitian.

Awal diangkatnya ide topik tersebut dikarenakan adanya kesulitan yang dialami oleh beberapa orang saat mengambil sebuah respons penelitian oleh para responden yang sesuai dengan kriteria penelitian. Terdapat juga beberapa tantangan dalam proses pembuatan proposal PKM ini, diantaranya dibutuhkan sebuah kerja sama dan usaha dalam prosesnya.

Para pendaftar PKM di Kampus UPI Cibiru sangat antusias ketika mendapat informasi PKM ini. Mereka pun menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi PKM ini. Adapun opsi para pendaftar PKM pada tahun ini jika tidak lolos mereka akan coba di tahun selanjutnya dan memperbaiki ide sebelumnya atau membuat ide baru yang sangat inovatif. Ide-ide pada PKM tahun ini cukup inovatif sekali. Selain inovatif juga bisa dikatakan menantang. Kang M Fadhli dan kelompok merupakan salah satu tim PKM yang terpilih untuk didanai mengatakan “Saya merasa cukup senang dan merasa tertantang untuk merealisasikan ide yang telah kami ajukan.” ujarnya.
Tantangan yang dirasakan salah satunya ketika masuk pada tahap pembuatan perangkat. Hal ini dikarenakan pada pembuatan perangkat dibutuhkan usaha yang cukup tinggi yang juga menguras waktu tenaga dan usaha. Seperti yang dikatakan Kang M. Fadhli dan kelompoknya “Kesulitan yang kami hadapi pada tahap ini, yaitu pada saat pembuatan aplikasinya, karena kami harus memastikan bahwa apa yang kami buat sesuai dengan kebutuhan pengguna dan juga memastikan bahwa aplikasi benar-benar dapat menyelesaikan permasalahan” ujarnya.
Namun dari kesulitan yang dihadapi menurut pendapat kang M. Fadhli menyatukan visi misi untuk meningkatkan kerjasama tim merupakan kunci utama dalam menghadapi kesulitan yang sedang dihadapi.

Reporter: Nabella Yaniariza Putri Pratama, Nandita Putria Suwandi, dan Muhammad Nurbayan
Riset Data: Tantan Nugraha dan Teuku Rafli Djulkarnaen
Editor: Selly Ade Saputri, Rachmi Nursifa Yahya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *