Pada hari Kamis, tanggal 04 Agustus 2021, pada tayangan live streaming di saluran Youtube Kemendikbud RI, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Bapak Nadiem Makarim bersama Menteri Agama Bapak Yaqut Cholil Qoumas, dan juga Menteri Keuangan Sri Mulyani meresmikan program Lanjutan Bantuan Kuota Belajar Internet dan Bantuan Uang Kuliah Tunggal Tahun 2021. Hal ini merupakan langkah yang diambil oleh Kemdikbud Ristek sebagai buntut dari pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih melanda.
Sesuai dengan namanya, program ini merupakan lanjutan dari kebijakan yang telah dilakukan pada tahun 2020 sebagai bentuk perhatian dari pemerintah terhadap kelangsungan pembelajaran di Indonesia. Dampak dari pandemi yang masih dirasakan sampai saat ini dan juga kepastian akan kapan kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan secara tatap muka membuat pemerintah harus bertindak untuk membantu menanggulangi dampak yang ditimbulkan.
Dalam peresmian program tersebut, Nadiem mengatakan bahwa ”Kami berupaya mengambil langkah cepat untuk membantu mengurangi beban biaya yang dialami pelajar dan mahasiswa, pengajar dan juga orang tua. Beberapa kebijakan dan dukungan yang kami tetapkan meliputi penyusunan kurikulum darurat yang menurunkan beban siswa dan guru, sehingga guru dan siswa tidak harus selalu mencapai ketuntasan belajar dan fokus pada numerasi, literasi, dan karakter saja”.
“Kami juga mendengarkan keluhan dan masukan dari masyarakat terkait kebutuhan akan dukungan dari pemerintah untuk memastikan bahwa anak-anak Indonesia tetap belajar di tengah semua keterbatasan. Dengan kerja sama dan dukungan dari kementerian keuangan dan kementerian agama, kemendikbud ristek akan meresmikan Lanjutan Bantuan Kuota Data Internet dan Bantuan Uang Kuliah Tunggal Tahun 2021” sambungnya.
Pada tahun 2020 dan 2021, Kemendikbud ristek telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 13,2T serta menerjunkan 53.706 relawan dari kalangan mahasiswa dalam rangka penanganan pandemi Covid-19. Bantuan yang diberikan meliputi bantuan kuota data internet, bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT), bantuan subsidi upah, bantuan rumah sakit pendidikan, serta dukungan kepada relawan mahasiswa dan dosen.
Untuk bantuan kuota sendiri, total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp6,8T untuk 26,8 juta siswa, mahasiswa, guru, dan dosen di tahun 2021 serta 35,6 juta siswa, mahasiswa, guru dan dosen di tahun 2020.
Tidak hanya bantuan kuota data internet, bantuan yang akan kembali disalurkan di tahun ini adalah bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Mulai bulan September 2021, Kemendikbud Ristek akan menyalurkan bantuan sebesar Rp 745 M untuk lanjutan bantuan UKT bagi mahasiswa yang ekonomi keluarganya terdampak pandemi Covid-19.
Selanjutnya ada bantuan Subsidi Upah dengan total anggaran Rp 3,7T. Bantuan ini diberikan kepada 2 juta pendidik non dan juga tenaga kependidikan non-PNS serta 48 ribu pelaku seni budaya. Selain itu, yang keempat ada bantuan Rumah Sakit Pendidikan berupa peningkatan kapasitas 30 Rumah Sakit Pendidikan di 30 Rumah Sakit Pendidikan dan Fakultas Kedokteran di PTN dan PTS. Selain peningkatan kapasitas, Kemendikbud Ristek juga memfasilitasi APD, reagen, dan alat deteksi Covid-19 dengan RT-PCR dengan total anggaran sebesar Rp 405 M.
Bantuan terakhir ialah berupa dukungan pengendalian melawan Covid-19 yang dilakukan dengan menerjunkan 15.000 mahasiswa sebagai relawan. Selain itu, melalui program Kampus Mengajar, Kemendikbud Ristek juga menerjunkan sedikitnya 38.706 mahasiswa yang didampingi langsung oleh sebanyak 5.106 dosen yang kemudian disalurkan kepada 8.351 sekolah di 34 Provinsi dengan total anggaran sebesar Rp 353 M.
Dalam kesempatan tersebut, tidak hanya satuan pendidikan umum saja yang mendapatkan bantuan, pendidikan keagamaan juga ikut mendapatkan bantuan yang secara langsung disampaikan oleh Yaqut. Yaqut menjelaskan bahwa bantuan UKT yang diterima mahasiswa/i perguruan tinggi keagamaan negeri di Indonesia berbentuk pengurangan, penundaan, serta angsuran UKT kepada kurang lebih sebanyak 167.563 mahasiswa aktif.
Tidak hanya bantuan UKT, sama seperti halnya Kemendikbud Ristek, bantuan yang diberikan oleh Kemenag juga berupa kuota data internet untuk mendukung pembelajaran jarak jauh sebagaimana anjuran pemerintah dalam upaya menanggulangi pandemi Covid-19.
Program lain yang sedang digalangkan oleh Kemenag untuk membantu penanggulangan Covid-19 di bidang pendidikan adalah refocusing anggaran ditjen pendidikan islam untuk penanggulangan Covid-19, pengembangan kurikulum darurat madrasah, program jaga pesantren dan paket imun, program vaksinasi guru, siswa dan mahasiswa, pengembangan kompetensi guru dan PJJ, serta penyaluran BOS madrasah sebesar Rp 3,668 T yang digunakan untuk menunjang sistem pembelajaran digital dan optimalisasi sanitasi madrasah.
Dalam konteks upaya pengembangan digitalisasi pendidikan, Kemenag sendiri sedang akan melakukan sejumlah terobosan diantaranya adalah pengembangan platform Super-x yang akan menjadi semacam rumah digital di kementrian agama, program buku digital madrasah, optimalisasi platform E-Learning madrasah melalui program Realizing Education Promise Madrasah Education Quality Reform yang bekerja sama dengan google, yang mana kerja sama tersebut memanfaatkan fitur yang dimiliki oleh google yaitu suits for education, dan penguatan jaringan listrik dan internet untuk daerah 3T yang tentu saja bekerja sama dengan PLN dan juga Kominfo RI.
Tidak hanya dari Kemdikbud dan Kemenag saja yang memaparkan penyampaiannya, Kemenkeu juga turut andil dalam pemaparan pada kesempatan itu. Pada kesempatan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan beberapa hal yang berkaitan dengan program tersebut.
Sri Mulyani mengatakan bahwa “Pandemi Covid-19 yang memang belum berakhir menyebabkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka yang tadinya akan dilakukan pada bulan Juli namun belum bisa dilakukan. Kita mendengar juga persoalan atau permasalahan yang harus ditangani juga adalah potensi adanya mahasiswa yang rentan Drop Out (DO) karena ekonomi keluarga terdampak oleh Covid”.
“Oleh karena itu, sesudah kita melihat tantangan Covid terutama munculnya varian Delta yang memiliki daya penularan yang lebih tinggi dan lebih cepat, dan juga langkah-langkah yang harus dilakukan Pemerintah untuk mencegah penularan melalui beberapa langkah seperti PPKM Level 4 hingga Level 1, maka Pemerintah memutuskan untuk melakukan kebijakan melanjutkan kebijakan Pemerintah di dalam rangka pemulihan ekonomi yaitu dengan memberikan salah satunya bantuan kuota internet untuk siswa, mahasiswa, guru, dan dosen. Dan juga memberikan atau melanjutkan pemberian UKT untuk mahasiswa pada semester Gasal 2021/2022” tambahnya.
Dalam akhir pemaparannya, Nadiem berharap adanya kolaborasi dari semua pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa anak-anak kita tetap mendapatkan pendidikan terbaik di masa yang penuh dengan tantangan ini.
