Pilmapres (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi) merupakan salah satu ajang perlombaan tingkat nasional yang bertujuan untuk memilih dan memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah meraih prestasi tinggi. Terdapat dua tahapan seleksi pemilihan mahasiswa berprestasi, yaitu seleksi tingkat perguruan tinggi dan seleksi tingkat nasional. Pada seleksi tingkat perguruan tinggi perlu adanya seleksi antarfakultas untuk menentukan siapa yang pantas mewakili perguruan tinggi tersebut.

McClelland berpendapat bahwa manusia digerakkan oleh tiga kebutuhan utama, yaitu kebutuhan pada teman (Need of Affiliation atau N. Aff ), kebutuhan pada kekuasaan (Need of Power atau N. Pow), dan kebutuhan pada prestasi (Need of Achievement atau N. Ach).

Adapun kebutuhan untuk berprestasi adalah dorongan yang kuat untuk berhasil, lebih mengejar prestasi pribadi dan bergairah melakukan sesuatu lebih baik dan lebih efisien dibandingkan hasil sebelumnya.

Seseorang yang memiliki motif berprestasi akan menampakkan tingkah laku sebagai berikut: (1) melakukan aktivitas untuk berprestasi sebaik-baiknya, (2) mengadakan antisipasi terencana untuk keberhasilan pelaksanaan tugasnya, (3) melakukan kegiatan secara kreatif dan inovatif, yaitu dengan berusaha mencari cara-cara baru dalam memenuhi rasa ingin tahunya, (4) berusaha sekuat kemampuannya dalam mencapai cita-cita dengan belajar keras, tekun, dan ulet, (5) tidak takut gagal, berani mengambil risiko dan mempertimbangkan kemampuannya, serta cenderung memilih tugas dengan tingkat kesulitan moderat namun menantang keahlian dan kemampuannya, (6) mempunyai tanggung jawab personal, yang berarti ia merasa bertanggung jawab secara pribadi dalam mencapai tujuannya serta berusaha sekuat kemampuannya untuk menyelesaikan tugas yang dihadapinya, (7) berusaha melakukan kegiatan yang melampaui standar keunggulan internal maupun eksternal, dan memperhatikan umpan balik dan perbuatan. Motif timbul karena adanya kebutuhan yang mendorong individu untuk melakukan tindakan yang terarah kepada pencapaian suatu tujuan.

Demikian halnya dengan sosok berprestasi Abdullah Muadz Nadzir Azhar, seorang mahasiswa jurusan Teknik Komputer Kampus Daerah UPI Cibiru yang telah mencapai beberapa prestasi, seperti: Rekor MURI mengingat informasi peta wisata Indonesia dengan peserta terbanyak (2020), Rekor MURI mengingat kamus Cambridge Inggris–Indonesia dengan peserta terbanyak (2020), Peringkat 2 Pilmapres UPI Kampus Cibiru (2021), Talent Teater Drama Musikal: Wali Songo (2019) dan Mengikuti kegiatan Overseas Study ke Melbourne (2018).

Menurut penuturan Muadz, dalam mencapai beberapa prestasinya tersebut ia didasari oleh motivasi menjadi pribadi yang lebih baik, dengan memberikan manfaat sebanyak mungkin untuk orang lain melalui keterampilan dan kemampuan tertentu.

Rekan kita ini tampaknya lebih ingin berkolaborasi untuk mencapai kesuksesan bersama. Iklim persaingan dibangun sesehat mungkin dalam memupuk jiwa kompetitif. Dalam artian, level yang lebih tinggi tidak hanya menguntungkan bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain. Untuk mencapai hal tersebut, usaha maksimal senantiasa dilakukannya. Selain itu, selalu mencari celah kesempatan di mana pun itu dan apa pun itu untuk meraih berbagai prestasi.

Pencapaian berbagai prestasinya didukung oleh kelebihan yang ada dalam kepribadiannya, yaitu peka terhadap keadaan sekitar dan mampu beradaptasi dengan mudah. Walaupun disadarinya ada kekurangan berupa emosi yang kadang tidak terkontrol, namun dia sendiri mempunyai cara yang efektif untuk mengatasinya.

Untuk menunjang wawasannya, diskusi dan menonton video YouTube sering ia lakukan. Sedangkan untuk mengembangkan diri dan prestasinya, ia mengikuti komunitas IMSC (Indonesia Memory Sports Council) dan Sensyar’I Indonesia.

Reza Oktovian atau yang biasa disebut Reza Arap adalah sosok figur yang memotivasi dirinya, karena figur ini dalam kehidupannya pernah berada dalam posisi paling bawah, dan sekarang berhasil bangkit meraih kesuksesan karena sikap konsisten. Oleh karena itu, ketika Muadz ditanya tentang cara mengatasi kegagalan yang dialaminya ia memberi jawaban, “Hadapi kegagalan tersebut dan coba lagi pada kesempatan berikutnya. Tidak lupa untuk mensyukuri keadaan apa pun yang terjadi.”

Pada saat pandemi sekarang ini, Muadz berusaha tetap fokus pada bidang akademik di kampus. Selain itu, ia mencoba hal baru dengan membuka usaha kecil–kecilan. Sedangkan untuk rencana ke depannya, ia akan berusaha mengejar prestasi–prestasi baru dan menjadikan prestasi yang ada sebagai portofolio, lalu membagikan pengalamannya kepada banyak orang.

Sebagai kata penutup, Muadz berpesan, “Beranilah mencoba, beranilah menghadapi kegagalan, beranilah menjadi pribadi yang bermanfaat.”

Reporter : Vera Siti Nur Aulia

Layouter : Akram Albayhaqi

Editor : Faaris Muda Dwi Nugraha, Muhamad Annur Falah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *